Bangunan KDMP Dikritik Arsitek: Gudang Sebesar Itu Buat Apa?

KOMPAS.com – Program pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDPM) kembali menjadi sorotan. Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan 80.000 KDMP di seluruh Indonesia.

Kali ini, kritik datang dari sudut pandang arsitektur yang menilai desain bangunan KDMP belum sepenuhnya mempertimbangkan keberagaman karakter ekonomi desa di Indonesia.

Yoval Julianto, arsitek dari Dreamlabs Architects, menyebut sebagian besar luas bangunan justru diperuntukkan bagi ruang gudang, sementara area yang digunakan sebagai gerai dan layanan kesehatan hanya mengambil porsi kecil dari keseluruhan bangunan.

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar mengenai efektivitas pemanfaatan ruang, terutama bagi desa-desa maupun kelurahan yang tidak memiliki aktivitas pertanian sebagai sektor ekonomi utama.

“Ruang gerai Kopdes yang sering kita lihat itu hanya sebagian kecil dari bangunannya. Sisanya adalah gudang yang jauh lebih besar dari gerainya,” kata Yoval dikutip pada Minggu (12/7/2026).

“Tidak ada arahan spesifik fungsi dari gudang tersebut, tapi jika dianalisis dari denah ini, terlihat bahwa perancangnya ingin menggambarkan sebuah ‘koperasi ideal’ di suatu desa,” kata dia lagi.

Kritik Gudang Bangunan KDMP

Berdasarkan denah bangunan yang dianalisisnya, luas total bangunan KDPM mencapai sekitar 20 x 30 meter atau sekitar 600 meter persegi.

Namun, ruang yang difungsikan sebagai gerai koperasi hanya berukuran sekitar 6 x 17,5 meter atau sekitar 105 meter persegi. Sementara itu, ruang praktik dokter memiliki luas sekitar 3,5 x 10 meter atau sekitar 35 meter persegi.

Dengan komposisi tersebut, sebagian besar area bangunan tersisa merupakan ruang gudang.

Ia tak memungkiri bila desain bangunan KDMP direncanakan untuk penyimpanan pupuk hingga hasil bumi pedesaan untuk dijual kembali.

“Gudang yang besar kemungkinan disiapkan untuk menyimpan pupuk dan hasil bumi desa tersebut untuk dijual. Barang-barang ini bersifat bulk atau curah, sehingga makan tempat dan perlu ruang yang luas,” ungkap Yoval.

“Sementara luas total bangunan adalah 20 x 30 meter (600 meter persegi). Bangunan Kopdes pada dasarnya adalah gudang dengan tambahan fitur minimarket dan praktek dokter. Gudang sebesar itu untuk menyimpan apa?,” tambahnya.

Menurut Yoval, apabila bangunan digunakan untuk fungsi penyimpanan komoditas pertanian tersebut, ukuran gudang yang besar masih dapat dipahami.

Sumber: https://www.kompas.com/properti/read/2026/07/12/063324321/bangunan-kdmp-dikritik-arsitek-gudang-sebesar-itu-buat-apa