PUISI: Yesmil Anwar

Banjir Bandang

Sujud tahajudku riuh dalam hening

Sepi yang menggemuruh mengikuti jalan air yang menyapu isi alam

Bumi terbongkar rumah-rumah bersujud mengubur bayi yang tak sempat menangis...

Tahajudku riap dengan linangan air mata_ mengantar hati seorang bapak yang meraung mencari anak istrinya_raib seketika

Tahajudku merintih bersama batang kayu yang digilas air mata perempuan tua yang meluncur dari hulu banjir bandang memporak porandakan pemukimam...

Sudahkan kita bertanya tentang makna ujian, musibah atau azab yang diturunkan Tuhan pada perilaku jumawa manusia menghacurkan isi hutan dalam kerakusan buta yang lapar harta, merampok alam raya

Betapa luluh-lantak centang perenang pulau Swarna-dwipa adalah zikir alam yang memanggil nama-Nya ketika disiksa makhkuk yang bernama manusia_ larut mohon ampunan tobat nasuha mengangkat kedua tangan tanpa syarat

Tahajudku menderas bersama mereka yang jadi korban tanpa dosa, ya, Allah ampunilah kesalahan hamba-Mu



2025