{"id":764,"date":"2026-01-12T14:51:48","date_gmt":"2026-01-12T07:51:48","guid":{"rendered":"https:\/\/etiks.id\/?p=764"},"modified":"2026-01-12T14:51:48","modified_gmt":"2026-01-12T07:51:48","slug":"puluhan-santri-pondok-pesantren-di-kendari-dilarikan-ke-rs-akibat-keracunan-massal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/etiks.id\/?p=764","title":{"rendered":"Puluhan Santri Pondok Pesantren di Kendari Dilarikan ke RS Akibat Keracunan Massal"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><a href=\"https:\/\/prohaba.tribunnews.com\/nusantara\/46143\/puluhan-santri-pondok-pesantren-di-kendari-dilarikan-ke-rs-akibat-keracunan-massal\">PROHABA.CO<\/a>, KENDARI \u2013&nbsp;<\/strong>Sebanyak 60&nbsp;santri&nbsp;di Kota&nbsp;Kendari,&nbsp;Sulawesi&nbsp;Tenggara&nbsp;(Sultra) diduga keracunan usai menyantap makanan yang dimasak di dapur pondok pesantren (ponpes).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puluhan&nbsp;santri&nbsp;itu mengalami gejala yang sama yakni muntah hingga demam. Insiden&nbsp;keracunan&nbsp;makanan&nbsp;yang menimpa puluhan&nbsp;santri&nbsp;di Kota&nbsp;Kendari&nbsp;tersebut terjadi pada Minggu (11\/1\/2026).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peristiwa ini terjadi di salah satu pondok pesantren yang berlokasi di Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para&nbsp;santri&nbsp;yang mengalami gejala keracunan segera dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan di&nbsp;Kendari&nbsp;untuk mendapatkan penanganan medis. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta&nbsp;Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan kejadian tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia menjelaskan bahwa para korban telah dievakuasi ke berbagai rumah sakit dan puskesmas. Rinciannya, 10 orang dirawat di RS Bhayangkara, 16 orang di RSUD Abunawas, 10 orang di Puskesmas Puuwatu, 9 orang di RS Antero Hamra, sementara 15 orang lainnya masih dirawat di pondok pesantren.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pihak kepolisian segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan awal di lokasi kejadian di lokasi. Dari hasil pemeriksaan Unit II Tipidter Polresta&nbsp;Kendari, ditemukan bahwa kondisi dapur tempat pengolahan makanan&nbsp;santri&nbsp;jauh dari standar higiene dan sanitasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Temuan ini menjadi indikasi awal penyebab terjadinya keracunan massal tersebut. Kasus ini menyoroti pentingnya penerapan standar kebersihan dan sanitasi di lingkungan pendidikan, khususnya pondok pesantren yang menampung banyak&nbsp;santri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jarak Polres&nbsp;Kendari&nbsp;dengan Jalan Chairil Anwar sekira 5,2 kilometer (km), waktu tempuh 10 menit berkendara motor atau mobil. Markas polisi ini berada di Jalan DI Panjaitan No 1, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Sumber:&nbsp;<a href=\"https:\/\/prohaba.tribunnews.com\/nusantara\/46143\/puluhan-santri-pondok-pesantren-di-kendari-dilarikan-ke-rs-akibat-keracunan-massal\">https:\/\/prohaba.tribunnews.com\/nusantara\/46143\/puluhan-santri-pondok-pesantren-di-kendari-dilarikan-ke-rs-akibat-keracunan-massal<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PROHABA.CO, KENDARI \u2013&nbsp;Sebanyak 60&nbsp;santri&nbsp;di Kota&nbsp;Kendari,&nbsp;Sulawesi&nbsp;Tenggara&nbsp;(Sultra) diduga keracunan usai menyantap makanan yang dimasak di dapur pondok pesantren (ponpes).&nbsp; Puluhan&nbsp;santri&nbsp;itu mengalami gejala yang sama yakni muntah hingga demam. Insiden&nbsp;keracunan&nbsp;makanan&nbsp;yang menimpa puluhan&nbsp;santri&nbsp;di Kota&nbsp;Kendari&nbsp;tersebut terjadi pada Minggu (11\/1\/2026).&nbsp; Peristiwa ini terjadi di salah satu pondok pesantren yang berlokasi di Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu. Para&nbsp;santri&nbsp;yang mengalami gejala<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":765,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-764","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/764","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=764"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/764\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":766,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/764\/revisions\/766"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=764"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=764"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=764"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}