{"id":714,"date":"2025-12-24T16:47:35","date_gmt":"2025-12-24T09:47:35","guid":{"rendered":"https:\/\/etiks.id\/?p=714"},"modified":"2025-12-24T16:47:35","modified_gmt":"2025-12-24T09:47:35","slug":"hashim-gerindra-sebut-mafia-tambang-dan-sawit-ilegal-danai-gerakan-anti-pemerintahan-prabowo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/etiks.id\/?p=714","title":{"rendered":"Hashim Gerindra Sebut Mafia Tambang dan Sawit Ilegal Danai Gerakan Anti Pemerintahan Prabowo"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"font-size:17px\"><strong><a href=\"https:\/\/jambi.tribunnews.com\/news\/1185265\/hashim-gerindra-sebut-mafia-tambang-dan-sawit-ilegal-danai-gerakan-anti-pemerintahan-prabowo\">TRIBUNJAMBI.COM<\/a>&nbsp;\u2013&nbsp;<\/strong>Wakil Ketua Dewan Pembina&nbsp;Partai&nbsp;Gerindra,&nbsp;Hashim&nbsp;Djojohadikusumo, mengungkap adanya aliran dana dari pemilik&nbsp;tambang&nbsp;ilegal&nbsp;dan&nbsp;mafia&nbsp;sawit untuk membiayai gerakan anti-pemerintahan&nbsp;Presiden&nbsp;Prabowo&nbsp;Subianto.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\">Dalam keterangannya pada Senin (22\/12\/2025),&nbsp;Hashim&nbsp;menjelaskan kelompok ini merasa dirugikan setelah aset lahan ilegal mereka seluas jutaan hektar diambil alih kembali oleh negara.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\">Gerakan tersebut disinyalir beroperasi melalui penyebaran fitnah di media sosial untuk mendiskreditkan kredibilitas presiden.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\"><strong>Poin Utama Pernyataan&nbsp;Hashim&nbsp;Djojohadikusumo<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\"><strong>Sumber Dana Gerakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\">Kelompok pemilik&nbsp;tambang&nbsp;ilegal&nbsp;dan&nbsp;mafia&nbsp;minyak yang asetnya telah disita negara diduga menjadi penyokong dana utama gerakan oposisi non-formal.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\"><strong>Klaim Pengambilalihan Lahan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\">Pemerintah telah menguasai kembali sekitar 3,7 juta hektar kebun sawit ilegal, dengan rencana tambahan pengambilalihan lahan seluas 300 ribu hektar dalam waktu dekat.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\"><strong>Bantahan Kepemilikan Lahan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\">Hashim secara tegas membantah isu yang menyebut Presiden Prabowo memiliki ratusan ribu hektar lahan sawit di Sumatera.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\"><strong>Modus Operandi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\">Fitnah disebarkan melalui media sosial oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab atas praktik korupsi, termasuk pelaku penebangan hutan ilegal.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\"><strong>Instruksi Kader<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\">Hashim meminta kader Gerindra dan Gekira untuk aktif meluruskan informasi dan menyebarkan kebenaran demi menangkal narasi negatif.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\"><strong>Duduk Perkara Penguasaan Lahan Ilegal oleh Negara<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\">Hashim menekankan bahwa perlawanan dari para&nbsp;mafia&nbsp;ini merupakan reaksi atas ketegasan pemerintah dalam memulihkan kekayaan negara.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\">Penertiban 3,7 juta hektar kebun sawit yang beroperasi tanpa izin di kawasan hutan menjadi pemicu utama kemarahan kelompok kepentingan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\">&#8220;Mereka yang memiliki kebun sawit ilegal merasa dirugikan karena akses mereka diputus. Oleh karena itu, mereka membiayai gerakan-gerakan anti-pemerintah sebagai bentuk perlawanan,&#8221; ujar&nbsp;Hashim.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\">Selain sektor perkebunan, sektor pertambangan juga menjadi fokus utama.&nbsp;Penguasaan kembali tambang-tambang ilegal oleh pemerintah dianggap sebagai langkah krusial dalam pemberantasan korupsi di Indonesia, meskipun langkah ini berisiko memicu serangan opini yang masif di ruang digital.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\"><strong>Bantahan Terhadap Isu Kepemilikan Lahan Prabowo<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\">Menanggapi rumor yang beredar di masyarakat,&nbsp;Hashim&nbsp;memastikan bahwa&nbsp;Presiden&nbsp;Prabowo&nbsp;Subianto&nbsp;tidak memiliki satu hektar pun lahan sawit di wilayah&nbsp;Sumatera&nbsp;sebagaimana yang dituduhkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\">Ia menilai isu tersebut sengaja diciptakan untuk membentuk persepsi publik yang buruk terhadap integritas kepala negara.&nbsp;Ia mendorong masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi di media sosial, terutama yang berkaitan dengan isu aset pejabat publik.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:17px\"><em>Sumber:&nbsp;<a href=\"https:\/\/jambi.tribunnews.com\/news\/1185265\/hashim-gerindra-sebut-mafia-tambang-dan-sawit-ilegal-danai-gerakan-anti-pemerintahan-prabowo\">https:\/\/jambi.tribunnews.com\/news\/1185265\/hashim-gerindra-sebut-mafia-tambang-dan-sawit-ilegal-danai-gerakan-anti-pemerintahan-prabowo<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TRIBUNJAMBI.COM&nbsp;\u2013&nbsp;Wakil Ketua Dewan Pembina&nbsp;Partai&nbsp;Gerindra,&nbsp;Hashim&nbsp;Djojohadikusumo, mengungkap adanya aliran dana dari pemilik&nbsp;tambang&nbsp;ilegal&nbsp;dan&nbsp;mafia&nbsp;sawit untuk membiayai gerakan anti-pemerintahan&nbsp;Presiden&nbsp;Prabowo&nbsp;Subianto.&nbsp; Dalam keterangannya pada Senin (22\/12\/2025),&nbsp;Hashim&nbsp;menjelaskan kelompok ini merasa dirugikan setelah aset lahan ilegal mereka seluas jutaan hektar diambil alih kembali oleh negara.&nbsp; Gerakan tersebut disinyalir beroperasi melalui penyebaran fitnah di media sosial untuk mendiskreditkan kredibilitas presiden. Poin Utama Pernyataan&nbsp;Hashim&nbsp;Djojohadikusumo Sumber Dana<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":715,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-714","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/714","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=714"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/714\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":716,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/714\/revisions\/716"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=714"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=714"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=714"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}