{"id":704,"date":"2025-12-24T11:48:55","date_gmt":"2025-12-24T04:48:55","guid":{"rendered":"https:\/\/etiks.id\/?p=704"},"modified":"2025-12-24T11:48:55","modified_gmt":"2025-12-24T04:48:55","slug":"siswa-unggah-mbg-ada-belatung-bgn-apa-untungnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/etiks.id\/?p=704","title":{"rendered":"Siswa Unggah MBG Ada Belatung, BGN: Apa Untungnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\"><a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/politik\/siswa-unggah-mbg-ada-belatung-bgn-apa-untungnya-2101665\"><strong>tempo.co<\/strong><\/a>&nbsp;DEWAN Pakar Badan Gizi Nasional, Ikeu Tanziha, mempertanyakan apa keuntungan bagi murid yang mengunggah masalah di menu makan bergizi gratis (<a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/tag\/mbg\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">MBG<\/a>) di media sosial. Menurut dia, tidak ada keuntungan yang akan diambil dari murid jika mengadukan masalah ke media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">\u201cSeperti tadi contoh ada belatung di menu MBG, apa untungnya buat anak?\u201d ujar dia dalam diskusi soal MBG di Ruang Belajar Alex Tilaar, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Desember 2025.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Menurut dia, anak yang membagikan temuan buruk di menu MBG justru malah mencerminkan karakter yang kurang baik. \u201cKami takutnya, itu malah membentuk jiwa tidak bersyukur dari anak-anak,\u201d kata dia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Apabila siswa menemukan masalah di menu MBG, Ikeu berharap mereka bisa segera melaporkan atau mengadukan hal tersebut kepada guru di sekolah. Setelah melapor kepada guru, akan ada solusi yang diberikan. \u201cMisalnya soal ditemukan belatung tadi. Bilang ke guru. Nanti akhirnya ada solusi, oh diganti dengan yang ini. Sudah beres. Karena hanya satu yang ada belatungnya, kenapa mesti di-<em>posting<\/em>?\u201d tutur Ikeu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Dia berharap seluruh murid, wali murid, maupun masyarakat yang menemukan masalah terkait MBG, dapat mengadukan langsung kepada pemerintah. Ikeu mengatakan, saat ini pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah membuat sistem pengaduan agar masyarakat dapat mengadukan langsung kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">\u201cSiapa pun nanti yang punya pulsa, tidak punya pulsa, bisa menelepon dan mengadukan. Kalau saat ini memang masih berbayar. Tapi sedang dibuat bagaimana orang yang menelepon itu nanti tagihannya masuk ke BGN,\u201d kata Ikeu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">Pernyataan Ikeu itu merespons pandangan dari Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri. Iman mengatakan banyak murid, guru, bahkan kepala sekolah merasa tertekan atau tak mampu menyuarakan kegelisahan mereka perihal masalah MBG.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\">\u201cBanyak anak takut untuk posting. Anak muridnya ditekan guru, guru ditekan sekolah. Sekolah mungkin ditekan oleh dinas pendidikan. Nah, dinas pendidikan tidak tahu saya siapa yang menekan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" style=\"font-size:17px\"><em>Sumber:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.tempo.co\/politik\/siswa-unggah-mbg-ada-belatung-bgn-apa-untungnya-2101665\">https:\/\/www.tempo.co\/politik\/siswa-unggah-mbg-ada-belatung-bgn-apa-untungnya-2101665<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>tempo.co&nbsp;DEWAN Pakar Badan Gizi Nasional, Ikeu Tanziha, mempertanyakan apa keuntungan bagi murid yang mengunggah masalah di menu makan bergizi gratis (MBG) di media sosial. Menurut dia, tidak ada keuntungan yang akan diambil dari murid jika mengadukan masalah ke media sosial. \u201cSeperti tadi contoh ada belatung di menu MBG, apa untungnya buat anak?\u201d ujar dia dalam<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":705,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-704","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/704","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=704"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/704\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":706,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/704\/revisions\/706"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/705"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=704"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=704"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=704"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}