{"id":646,"date":"2025-12-19T15:54:52","date_gmt":"2025-12-19T08:54:52","guid":{"rendered":"https:\/\/etiks.id\/?p=646"},"modified":"2025-12-19T15:54:52","modified_gmt":"2025-12-19T08:54:52","slug":"pt-pal-luncurkan-kri-balaputradewa-322-berbobot-6-625-ton-bakal-jadi-rajanya-kapal-kombatan-tni-al","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/etiks.id\/?p=646","title":{"rendered":"PT PAL Luncurkan KRI Balaputradewa 322 Berbobot 6.625 Ton, Bakal Jadi \u2018Rajanya\u2019 Kapal Kombatan TNI AL"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-c6c975b9aabed97a783b07a5960f8a82 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\"><a href=\"https:\/\/www.indomiliter.com\/pt-pal-luncurkan-kri-balaputradewa-322-berbobot-6-625-ton-bakal-jadi-rajanya-kapal-kombatan-tni-al\/\"><strong>indomiliter<\/strong>&nbsp;<\/a>Memberi kesan sakral, tak seperti lazimnya acara peluncuran kapal perang, pada Kamis malam, 18 Desember 2025, PT PAL Indonesia menggelar acara peluncuran unit pertama Fregat Merah Putih (FMP) yang kini resmi diberi nama KRI Balaputradewa 322.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f1060cda7d2bd90c05b35267aa0a9f62 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">KRI Balaputradewa 322 merupakan kapal pertama dari dua unit Fregat Merah Putih pesanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia kepada PT PAL Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-42be9687cf412ff0f4b492fdeb3b221c wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Kegiatan ini diawali dengan prosesi Shipnaming oleh Ibu Yayuk Donny Ermawan Taufanto dan dilanjutkan dengan prosesi peluncuran yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-74e8b21dba2ebfbdc0a7931b186d1148 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Secara simbolis launching dilakukan dengan penarikan tuas kemudi sebagai penanda kapal keluar dari dock, yang dilaksanakan oleh Wakil Menteri Pertahanan RI, didampingi Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod serta Asrenum Panglima TNI dan Irjenal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-864831321f2ae873d224fbeec5ae9275 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Pada saat bersamaan, Fregate Merah Putih secara resmi keluar dari graving dock Orca, menandai dimulainya fase lanjutan pembangunan kapal perang tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-5d515e75af0dc83781738149341bdf25 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Fregat dari desain Arrowhead 140 ini memiliki panjang 140 meter dan bobot 6.626 ton (full load displacement). Memiliki fungsi mendukung kapabilitas misi tempur utama meliputi Anti-Air Warfare, Anti-Surface Warfare, Anti-Submarine Warfare, Electronic Warfare, Naval Gun Fire Support, serta Air Defense, menjadikannya garda strategis dalam menjaga keamanan dan kedaulatan laut nasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-f74fb9912cacdf0662eab8a69b777655 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Pemilihan desain Arrowhead 140 (AH140) dari Babcock International, Inggris, sebagai basis Fregat Merah Putih merupakan keputusan strategis yang mengubah peta kekuatan TNI AL.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.indomiliter.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/G8dj5_HakAAbiGs-300x169.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-133ccca346acdc65b6cad4c0136543d9 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Proses pemilihan desain Fregat Merah Putih tidak terjadi dalam semalam. Kementerian Pertahanan Indonesia melakukan evaluasi ketat terhadap berbagai kandidat desain dari berbagai negara produsen kapal perang dunia. Arrowhead 140 akhirnya terpilih karena menawarkan konsep yang sangat unik, yaitu platform \u201cLego\u201d yang sangat fleksibel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-518e30a615ab30a943bfd89bc954f851 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Babcock International berhasil memenangkan hati Indonesia dengan lisensi desain yang memungkinkan PT PAL melakukan modifikasi besar-besaran sesuai dengan kebutuhan spesifik TNI AL. Keberhasilan desain ini di Inggris melalui program Fregat Type 31 memberikan jaminan bahwa platform ini adalah desain yang teruji secara modern, efisien secara biaya, namun memiliki performa kelas dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-a6a95b36daf29b503b971861467a933f wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Kerangka kerja sama ini juga mencakup transfer teknologi yang signifikan, di mana teknisi Indonesia terlibat langsung dalam proses adaptasi desain hingga produksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-6cd61b53aa1bc0a11195cc0971f04aae wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Salah satu alasan utama mengapa desain Arrowhead 140 dipilih adalah ukurannya. Dengan panjang sekitar 140 meter dan bobot perpindahan (displacement) yang mencapai kisaran 6.000 ton, Fregat Merah Putih memberikan volume ruang yang sangat luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-5918abe2756887eea537a173e1234176 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Keunggulan desain lambung yang besar ini bukan sekadar untuk kegagahan, melainkan untuk memberikan stabilitas tinggi di laut lepas serta kapasitas ruang mesin dan penyimpanan senjata yang lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-2445108b6689d34a0f2d25ee30845d10 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Desain AH140 mengusung konsep arsitektur terbuka. Artinya, kapal ini dirancang agar mudah dipasangi berbagai jenis sistem manajemen tempur (Combat Management System) dan persenjataan dari berbagai vendor, baik itu dari blok Barat maupun sistem lokal yang dikembangkan sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-7b8d684a73ca439d07120fe913709bc1 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Hal ini sangat krusial bagi Indonesia agar tidak terjebak dalam ketergantungan pada satu pemasok tertentu, sehingga kapal ini bisa dipersenjatai dengan rudal pertahanan udara jarak menengah hingga jauh serta rudal anti-kapal permukaan generasi terbaru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-0c82b012963f6544f8ac38850e6fa995 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Hadirnya KRI Balaputradewa 322 sebagai unit pertama Fregat Merah Putih secara otomatis mendudukkan kapal ini sebagai \u201cRaja\u201d di jajaran kapal perang Indonesia. Dengan dimensi sebesar ini, KRI Balaputradewa 322 mampu membawa helikopter kelas berat serta kapal cepat untuk pasukan khusus, menjadikannya platform yang ideal untuk menjalankan misi diplomasi internasional maupun operasi tempur intensitas tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-bec1d73a91a72c352a7b3a9e2e357750 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Selain itu, desain AH140 menawarkan efisiensi operasional yang tinggi. Meskipun kapalnya besar, sistem otomatisasi yang disematkan memungkinkan jumlah kru yang lebih sedikit namun tetap mampu menjalankan sistem pertahanan kapal secara optimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-82220b5750707265d93ec82142d92d52 wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Keunggulan daya tahan di laut (endurance) juga menjadi faktor penentu, mengingat wilayah laut Indonesia yang sangat luas dan membutuhkan kapal yang mampu berpatroli dalam jangka waktu lama tanpa sering kembali ke pangkalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-308c0c809c1d371ef79508c5e72d004d wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\">Pemilihan Arrowhead 140 dan peluncuran KRI Balaputradewa 322 adalah pernyataan kemandirian bangsa. Indonesia bukan lagi sekadar pembeli pesawat atau kapal perang jadi, melainkan telah menjadi pemain yang mampu membangun platform tempur canggih di halaman rumah sendiri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-black-color has-text-color has-link-color wp-elements-c5be98c6a0e10e74df2de42c361cc4db wp-block-paragraph\" style=\"font-size:16px\"><em>(Gilang Perdana)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Sumber:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.indomiliter.com\/pt-pal-luncurkan-kri-balaputradewa-322-berbobot-6-625-ton-bakal-jadi-rajanya-kapal-kombatan-tni-al\/\">https:\/\/www.indomiliter.com\/pt-pal-luncurkan-kri-balaputradewa-322-berbobot-6-625-ton-bakal-jadi-rajanya-kapal-kombatan-tni-al\/<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>indomiliter&nbsp;Memberi kesan sakral, tak seperti lazimnya acara peluncuran kapal perang, pada Kamis malam, 18 Desember 2025, PT PAL Indonesia menggelar acara peluncuran unit pertama Fregat Merah Putih (FMP) yang kini resmi diberi nama KRI Balaputradewa 322. KRI Balaputradewa 322 merupakan kapal pertama dari dua unit Fregat Merah Putih pesanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia kepada PT<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":648,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-646","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/646","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=646"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/646\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":649,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/646\/revisions\/649"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/648"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=646"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=646"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/etiks.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=646"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}